Monday, June 20, 2011

Cintai Dia Dalam Diam

Sunyi, sunyi, sepi tanpa cerita. Itulah yang berlaku dalam situasi blog ana sekarang. Tidak ada masa dalam mencoretkan sesuatu bukanlah alasan yang ana rasakan terbaik untuk diberikan. Alasan yang sebenar adalah diri sendiri. Diri sendiri yang tidak memberikan peluang dan masa untuk mencoretkan sesuatu.


Alhamdulillah, hari ini tergerak dihati ana untuk berkongsi dengan kalian tentang sesuatu. Perkataan cinta adalah sebuah perkataan sinonim dengan remaja zaman ini. Cinta kepada makhluk. Itulah maksud yang ana ingin sampaikan. Cinta adalah fitrah, tapi bagaiman kita mengurusnya itulah yang akan membezakan cinta tersebut diredhai oleh Allah ataupun dimurkai oleh Allah SWT. Ayuh kita ikuti perkongsian artikel dibawah ini.


Cinta Dalam Diam 

Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Kerana diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, 
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..

Kerana 
diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

Kerana diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Kerana mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....
Kerana dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ??

Dan
jika memang 'Cinta Dalam Diammu'  itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam .Jika dia memang bukan milikmu, 
Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 
'Cinta Dalam Diammu'  itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba mungkinkah dengan redha-Nya atau hanya mengundang mur
ka-Nya..




Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah .” (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "  (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah, berdoalah, berpuasalah…
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya ” (Hadis) "
“ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)

Cukup cintai ia dalam diam…
bukan kerana membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan kerana menghindari dunia…tapi meraih syurga-Nya bukan kerana lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cubaan kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan kerana hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kegelesahan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan menambahkan kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan...
kerana tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?
"…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26) "
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
kerana tiada yang tahu rencana Tuhan… mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan. Serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya… 

“ Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ” (Umar bin Khattab ra.)







Wallahualam...
READ MORE –

Monday, June 6, 2011

Erti Sebuah Persahabatan kerana Allah

Daripada Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w. bersabda :
"Seseorang insan adalah terikut-ikut dengan adat kebiasaan sahabatnya. Maka hendaklah kamu melihat dengan siapa kamu bersahabat'.(Riwayat al-Tirmizi dan al-Hakim)

Benarlah kata-kata hikmah yang selalu kita dengar iaitu "sahabat yang tidak jujur itu ibarat dapur yang berhampiran. Jikalau pun kamu tidak terkena jelaganya sudah pasti akan terkena asapnya.Sahabat yang setia itu bagai pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah."

Sahabat suka dan duka kita kongsi bersama
silaturrahim kita hanya kerana Allah.
engkau ajarkanku erti hidup hanya untukNya
memberi keranaNya
menerima seadanya
Hidup bukan hanya untuk dunia semata
tapi untuk akhirat yang lebih utama..
ukhuwahfillah..
Memori ukhuwah cinta kita
Mari sama-sama berlari untuk menjadi sahabat terbaik..untuk menggapai redha Allah.

Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.

Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi.

Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.

Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Allah Swt.

Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.

Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.

Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti.

Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.

Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga..

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللّهِ آمَنَّا بِاللّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel) berkatalah dia: ""Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?"" Para hawariyyin (sahabat-sahabatsetia) menjawab: ""Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.
(Surah Ali-Imran 3 :  Ayat 52)
READ MORE –

Wednesday, May 11, 2011

Rakyat Malaysia Ibarat Cerita Hikayat Rapunzel

Diam membisu blog tanpa bicara, cerita dan berita. Dek kekangan masa yang tidak mengizinkan untuk ana aktif menulis.. Allah.. malu, segan..itu hanyalah alasan.. Tanggungjawab dan amanah lebih banyak berbanding 24 jam masa yang kita ada. Hari ini, ana ingin kongsikan cerita Rapunzel. Sebuah cerita hikayat kanak-kanak yang popular. Sebuah cerita turun temurun hinggalah kehari ini. 
Pembaca-pembaca yang diredhai Allah swt, ana tertarik dengan artikel Ustaz Hasrizal berkaitan cerita Rapunzel. Selama ini, kita hanya menonton tanpa mengambil sebarang ibrah daripada penceritaan tersebut. Memang betul ia hanyalah sebuah cerita dongengan yang pada hakikatnya mempunyai pengajaran yang tersendiri. Sedar atau tidak, hidup rakyat Malaysia sebenarnya boleh diibaratkan seperti seorang anak dara yang dikurung dan dipenjara tanpa SEDAR! Ya kita ialah Rapunzel. Ayuh kita ikuti cerita Rapunzel.
Bukan Hikayat Jerman - saifulislam.com

“Mother knows best!” itulah slogannya.

Zaman berzaman, Mother Gothel memberitahu Rapunzel kata-kata keramat ini.
...
Dan setelah Rapunzel itu ‘berhutang hidup’ dengan Mother Gothel yang memberinya makan dan minum, kata-kata itu memang masuk ke logik fikiran Rapunzel.

“Ibu, mengapa saya tidak boleh ke luar sana?” tanya Rapunzel semasa rambut cantiknya disikat lembut oleh si ibu penyayang.

“Oh sayang, di luar sana amat berbahaya. Ada ramai manusia dengki, mementingkan diri sendiri, dan merbahaya untuk kamu. Tinggallah kamu di sini, kerana ia yang terbaik buatmu, nak!” kata-kata Mother Gothel sungguh berbunyi mithali. Tetapi Rapunzel itu manusia.

Setelah sekian lama duduk di dunia makam tingginya di menara itu, Rapunzel melihat bulan penuh. Masih melihat bulan sabit. Berganti-ganti. Sekali sekala nampak mercun roket meletup indah di angkasa. Menghias buana. Rapunzel tahu, dunia di luar sana lain ceritanya.

Tingkap kecil binaan Mother Gothel di bilik Rapunzel itu adalah untuk membuktikan dirinya masih manusia. Masih memberi ruang nafas dan pandang jauh buat Rapunzel. Biar pun hakikatnya Rapunzel sedang dikurung. Dipenjara. Dan pandangan jauh si anak dara itu dijadikan ‘gula-gula’ memujuk anaknya bahawa dia sedang menikmati dunia, biar pun dari pandangan luar, Rapunzel sebenarnya hidup dalam tahanan.
Rapunzel berada didalam penjara kehidupan
Dipenjara.

Oleh ibunya sendiri.

Ibu yang lebih mengetahui.

Rapunzel terus membesar.

Nalurinya berkembang.

Fitrahnya mencari.

Flynn Rider muncul.

Flynn Rider dimomok sebagai perompak. Tamakkan tiara Rapunzel. Berniat jahat. Pengganas. Penjenayah. Dipropagandakan oleh Mother Gother sendiri di empat penjuru negeri.

Anda tontonlah sendiri RAPUNZEL: THE TANGLED TALE.

Anda tahu bahawa ia bukan Hikayat Jerman.

Ia kisah kampung halaman kita sendiri.

Wahai Rapunzel, slogan Mother Knows Best itu jangan ditelan bulat-bulat.

Ia berperisa gula.

Hakikatnya racun pembodohan yang cuba menggula-gulakan kamu.

Masakan selepas 50 tahun, kamu masih percaya dengan nasihat Mother Gothel kepada ‘kanak-kanak yang diculik’ itu?

ABU SAIF @ http://www.saifulislam.com/
Antum dah selesai membacanya bukan? Apa yang antum bayangkan? Adakah hanyalah seorang anak dara bernama Rapunzel ataupun sebaliknya? Buka mata wahai rakyat Malaysia khususnya penduduk Sabah. Banyak gula-gula yang ditaburkan sehinggakan penderitaan yang berpuluh-puluh tahun kita hadapi kita lupakan begitu sahaja. Bukan itu sahaja, gula-gula yang ditaburkan tidak berbaloi langsung dengan apa yang kita rasai selama ini. Usah termakan gula-gula U**O, kerana kemanisannya hanyalah bersifat sementara, apa yang diberikan, itu adalah memang HAK KITA! memang hak yang sepatutnya diberikan kepada kita!
kami tidak ingin terus dipenjara, JOM UBAH!
Buka mata antum untuk menilai yang mana kaca atau permata. Terlebih gula badan binasa. Ibarat semut yang mati disebabkan gula. Jangan kerana gula-gula, hidup kita terus tidak terbela.
READ MORE –

Tuesday, May 3, 2011

Penjelasan Isu Sumpah Laknat


Belum selesai isu Sumpah Laknat Saiful Bukhari, timbul pula isu Sumpah laknat Dato’ Eskay. Allahu Robbi. Macam-macam. Apa yang membezakan disini ialah sumpah laknat yang diberikan oleh 2 orang puak2 U***O merupakan dua isu yang berbeza tapi hakikatnya, motif adalah sama. Saiful Bukhari bersumpah pernah diliwat oleh DSAI manakala Dato' Eksay pula bersumpah didalam video zina itu adalah DSAI. LIWAT vs Zina. Peliak tapi benar bukan. Dah meliwat, nak berzina pula??


Pembaca-pembaca yang diredhai Allah Swt, cuba antum fikir baik-baik, jika seorang lelaki itu gemar pada lelaki dan melakukan perbuatan terkutuk dengan meliwat, adakah logik pada tahun hadapan, nalurinya telah bertukar dengan meminati wanita pula? seterusnya melakukan penzinaan bersama wanita tersebut. Agak MUSTAHIL bukan?!

Dah suka kat kaum sejenis, takkanlah pula tiba-tiba bertukar suka kat kaum berlawanan jenis. Pelik-pelik. Tiada isu dah kot nak dimainkan. Rakyat jemu isu liwat DSAI, jom kita bertukar kepada isu zina DSAI pula!! Rakyat dah lali! Disini, ana membawakan artikel untuk kefahaman bersama berkenaan penjelasan isu sumpah laknat dan perlukah ianyanya dibalas sumpah? Selamat membaca dan cuba menilainya.

  Sekali lagi isu sumpah berdengung hebat di dalam negara kita. Dalam peruntukan perundangan Islam, amalan sumpah wujud dengan syarat-syarat tertentu, bagi mensabitkan sesuatu dakwaan atau menolaknya. Apabila itu dilakukan, bermakna individu yang bersumpah sedang menyandarkan inti yang dikatakannya kepada Allah. Tindakan itu menjadikan inti yang didakwa atau bantah itu mempunyai suatu ‘weight’ menurut perspektif hukum Islam atau secara spiritual, malah juga mempunyai pengaruh di dalam menagih keyakinan dan kepercayaan hakim dan masyarakat umat Islam.

Ramai yang bertanya saya pandangan berkenaan sumpah yang dilakukan oleh orang-orang politik dengan bermotifkan politik tentunya. Sebenarnya, eloknya sokongan yang diinginkan tidaklah digunakan mana-mana kaedah-kaedah Islam sebagai platformnya. Ada yang berusaha untuk menjadikan satu peraturan dalam hukum Islam iaitu sumpah dengan nama Allah sebagai senjata dalam politik kepartian. Bagi saya,itu kurang sihat.

Bagi mereka yang sudi membaca dan menyelak lembaran artikel ini, saya nasihatkan agar membaca dengan tenang sehingga habis sebelum membuat sebarang tanggapan dan komentar. Itu perlu bagi mendapatkan gambaran jelas kandungan artikel ini.


WUJUDKAH SUMPAH LAKNAT DALAM HAL TUDUH ZINA?

Kembali kepada isu terkini iaitu ‘sumpah laknat’ yang dilakukan oleh Dato’ Eskay di dalam masjid tempohari sambil memegang dan mencium Al-Quran. Oleh kerana sumpah tersebut dilakukan atas dasar dan prinsip hukum agama, bagi dianggap sah dan mempunyai nilai, cara ia dilakukan mestilah disandarkan kepada dalil khusus dari Al-Quran atau Al-Hadis. Oleh itu, menjadi satu KEMESTIAN bagi memastikan sumbernya dalam hukum Islam dan betul pula cara pelaksanaannya.

Kedua hal tersebut mesti disemak sebelum inti sesuatu sumpah itu diterima oleh orang ramai dan pihak berkuasa sebagai mempunyai ‘sesuatu kekuatan’ untuk menyokong kes individu yang melakukan bersumpah. Secara ringkasnya, membaca pandangan beberapa tokoh ilmuan tanahair dalam hal sumpah laknat ini, saya bersetuju dengan pandangan beberapa mereka yang secara ringkasnya berkata, sumpah yang dilakukan itu :-

1.       TIDAK PERLU; disebabkan proses mahkamah perlu dinantikan bagi menjamin keadilan bagi semua pihak. Maruah adalah isu besar dalam Islam, justeru, setiap kes yang boleh memalukan dan tidak lagi dipastikan benar atau salah, mestilah dibicarakan secara adil di tempat perbicaraan yang tertutup.

2.       TIDAK TERPAKAI; sumpah laknat dengan nama Allah itu tidak dikira terpakai atau sah, kerana sumpah laknat atau li’an hanya wujud untuk urusan suami isteri yang menuduh isteri pasangan mereka berzina, sebagaimana wujud peruntukan di dalam Al-Quran dalam surah an-Nur ayat 6-8. Ertinya :

“Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.” (An-Nur 6-7)

Justeru, sebarang tindakan mewujudkan sumpah laknat dalam hal menuduh zina individu lain adalah SATU TINDAKAN SALAH atau REKA CIPTA DALAM URUSAN AGAMA yang tidak dibenarkan oleh Islam. Ia ditegah oleh seluruh para ulama berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak, disebabkan ia memungkinkan individu secara bebas mencipta peruntukan baru tanpa sebarang basis atau sandaran dalil.

3.       MENGELIRUKAN; Protokol sumpah tersebut dilaksanakan secara sangat mengelirukan dan ada juga yang kurang tepat, ini kerana bersumpah sambil memegang al-Quran bukanlah satu keperluan. Nabi bersabda :-
فمن كان حالفاً فليحلف بالله أو ليصمت
Ertinya : Barangsiapa yang ingin bersumpah, hendaklah dia bersumpah dengan nama Allah atau (jika tidak), hendaklah dia diam sahaja (tidak bersumpah) (Riwayat Al-Bukhari)

Melakukannya di dalam masjid adalah HARUS menurut mazhab Hanafi dan Hanbali berdasarkan hadis nabi bahawa pernah kes kehakiman dan pertelingkahan serta sumpah laknat antara suami isteri dijalankan di masjid pada zaman Nabi s.a.w. ( rujuk Fath Al-Bari, 3/133 ; Syarah sohih Muslim An-Nawawi, 1/121 ).

Bagaimanapun mazhab Syafie menganggap melakukan urusan sumpah dan perbincangan pertikaian hak serta tuduh menuduh di dalam masjid adalah MAKRUH. (Fath al-Aziz, Al-Rafi’e, 8/165 ; Al-Muhazzab, Al-Shirazi, 2/293)

Apapun, kita tidak mahu, kaedah dan cara khususnya memegang Al-Quran ketika bersumpah dan dibuat di dalam masjid sedang telah wujud mahkamah, menjadi syarat dan kebiasaan masyarakat kita, hingga disalahfahami oleh ramai sehingga merasakan ia adalah kaedah dan cara sebenar pelaksanaan sumpah li’an. Sumpah laknat yang sebenarnya, perlu dilakukan di dalam proses mahkamah dengan empat kali, DIIKUTI yang kelima sumpah laknat dan IA TIDAK untuk tontonan dan sebaran awam.

4.       Sumpah mubahalah juga tidak perlu dan tidak terpakai, kerana sumpah mubahalah memerlukan kedua-dua belah pihak untuk bertemu dan sama-sama bersetuju.

 WALAUPUN BEGITU, SUMPAH BIASA MASIH SAH

Pun begitu, sumpah yang dikira terpakai dan sah dalam kes yang dirujuk adalah hanya sumpah biasa, bukan sumpah laknat. Sumpah biasa boleh dianggap sah apabila dimulakan dengan lafaz “wabillahi, wattallahi” atau salah satu antara lafaz tersebut juga sudah mencukupi. Namun SUMPAH BIASA ini sepatutnya hanya dilakukan sesudahkan ‘bayyinah’ atau bukti yang diiktiraf oleh syarak dikemukan di mahkamah. Apakah bayyinah ini?

KEPERLUAN 'BAYYINAH' SEBELUM BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH

Di dalam Islam, setiap individu adalah dianggap TIDAK BERSALAH selagi belum dibuktikan bersalah.  Prinsip ini datang dari pelbagai dalil dan disimpulkan oleh para ulama dalam kaedah dan dalil berikut :-

Hadis Nabi :-

لو يعطى الناس بدعواهم؛ لادعى رجال أموال قوم ودماءهم، ولكن البينة على المدعي، واليمين على من أنكر

Ertinya : Kalaulah diberikan (kebebasan) kepada manusia untuk mendakwa; nescaya akan akan individu yang mendakwa milikya harta satu kaum yang lain dan darah mereka, oleh itu (dalam Islam), Pembuktian menjadi tanggungjawab pertama ke atas pendakwa, dan (apabila telah sabit bukti), sumpah menolak adalah bagi mereka yang mengingkari (bukti tadi). ( Riwayat al-Bukhari & Muslim)

Kaedah Fiqh :
الأصل برآءة الذمة
Ertinya : Hukum asal (bagi semua individu) adalah bebas dirinya dari tanggungan.

Dan satu lagi kaedahnya :
اليقين لا يزول بالشك
Ertinya : Yakin ( iaitu asal semua individu sebagai tidak bersalah), tidak akan dapat dihilangkan oleh bukti-bukti yang bertaraf syak.

Juga satu prinsip yang berbunyi
ان الشك يفسر لمصلحة المتهم
Ertinya : Sesungguhnya sebarang keraguan ( tidak kukuh bukti dakwaan), akan ditafsirkan sebagai menyebelahi pihak tertuduh (untuk membuktikannya tidak bersalah)

Berkata Az-Zubaydi
قاعدة أصولية مفادها أن الأصل براءة ذمة المكلف عن التكليف المشكوك
Ertinya : Kaedah di atas adalah kaedah usul yang kandungannya menyatakan bahawa asal bagi semua individu yang mukallaf adalah bebas dari dakwaan & tuduhan yang diragukan. (Az-Zubaydi,  Taj Al-Urus)

AL-BAYYINAH yang disebut di dalam hadis nabi di atas AMAT diperlukan bagi mewajibkan sumpah ingkar dan bantah dari tertuduh, tanpanya, sumpah tertuduh TIDAK WAJIB sama sekali.

Imam Ibn Qudamah dalam kitabnya al-Mughni (10/139) dan para ulama menjelaskan ringkasan bahawa untuk mendapatkan bayyinah, ia bergantung kepada kes yang dibawa seperti berikut :

1. Zina dan liwat
Syarat untuk penuhi bayyinah : Empat saksi adil atau pengakuan pelaku.

2. Hukum hudud yang lain seperti bunuh, qazaf, murtad dan lainnya.
Syarat untuk penuhi bayyinah : saksi dua lelaki adil dan sumpah dibenarkan.

3. Jual beli, dan lain-lain pertikaian melibatkan isu harta dan pemilikan kewangan
Syarat untuk penuhi bayyinah : dua orang saksi lelaki atau seorang lelaki dan dua orang wanita ( sebagaimana disebut di dalam Al-Quran) dan sumpah dibenarkan.

4. Penyusuan, kelahiran, dara dan tamat iddah
Syarat untuk penuhi bayyinah : Seorang wanita yang adil.
Justeru, perlu ditegaskan dalam hal zina dan liwat, bagi menganggap bersalah, salah satu antara dua cara ini mestilah menjadi jalannya, iaitu :-

  • IQRAR ATAU PENGAKUAN SUKARELA secara insaf oleh pelaku bahwa dia melakukan sesuatu kesalahan itu, sama ada mencuri, berzina, liwat, membunuh dan sebagainya. Sebagaimana yang dilakukan oleh pemuda bernama Ma’iz bin Malik Al-Aslami di zaman Nabi Muhammad s.a.w.
  • EMPAT SAKSI LELAKI YANG ADIL; Khusus bagi kes zina dan liwat, sesiapa yang menuduh mestilah membawakan empat orang saksi yang adil lelaki bagi mensabitkan kesalahan pada hukum Islam. Selagi tiada saksi sebegitu, kes MASIH BOLEH diadili tetapi IA BUKAN LAGI TERMASUK DALAM KES HUDUD BAGI SI TERTUDUH. Manakala yang menuduh tanpa empat saksi pula BAKAL DISABITKAN KESALAHAN QAZAF, penuduh hanya boleh terselamat dari hukuman qazaf (yang perlu dilaksanakan di dunia, jika tiada, hukumannya menanti di akhirat amat berat) apabila membawakan 4 saksi seperti di atas atau membawa kes tanpa 4 saksi secara senyap dan tertutup untuk perbicaraan di mahkamah. Di sana, hakim mahkamah akan menyemak semua bukti-bukti tambahan sama ada video, DNA, gambar dan sebagainya untuk beliau menjatuhkan sebarang keputusan di bawah peruntukan ta’zir.
LEPAS ‘BAYYINAH’, BARU KITA NANTIKAN BANTAHAN

Kerana asal setiap indiivdu TIDAK BERSALAH sehingga dibuktikan sebaliknya, setelah bayyinah dipersembahkan, barulah tindakan menjawab bayyinah perlu dilakukan oleh tertuduh.

Bantahan dan keingkaran hanya diperlukan apabila pihak pendakwa berjaya membawakan bukti yang sah dan diterima oleh pihak qadhi atau hakim. Pihak hakim pula perlu memberikan masa yang sesuai untuk tertuduh membela diri. Namun tertuduh tidak boleh sengaja senyap sunyi tanpa membawakan hujjah balas, bantahan dan ingkaran terhadap bukti yang dibawa. ( Al-Mabsut, Al-Sarakhsi, 16/63; As-Syarh Al-Kabir, Ad-Dardir, 4/151)

BAGI KES DATO’ SERI ANWAR IBRAHIM (DSAI)


Melihat perkembangan dalam kes DSAI, menurut pandangan Fiqh Islam tanpa campur tangan politik kepartian adalah seperti berikut :-

a. DSAI TIDAK WAJIB membalas dengan bersumpah bersihnya diri beliau kerana sumpah laknat yang dijalankan itu tidak sah.

b. DSAI juga TIDAK WAJIB menjawab atau respon kepada sumpah laknat yang dilakukan kerana ‘bayyinah’ belum dikemukan oleh pendakwa.

c. NAMUN, sumpah yang dilakukan dengan nama Allah dengan lafaz yang betul ( wabillah, wattallah) oleh Dato’ Eskay adalah sah di sisi hukum Islam. Sama ada sumpah itu datang dari fakta yang benar atau tidak, tiadalah kita perlu menolaknya secara mutlaq. Namun umat ISLAM masih TETAP TIDAK BOLEH MEMPERCAYAINYA kerana ia tidak dilakukan di dalam proses kehakiman mahkamah dan ia juga tidak menyeratkan saksi empat orang yang adil. Sesiapa yang menyebarkan tuduhan zina itu akan tertanggung ke atasnya hukuman qazaf, yang walaupun tidak dilaksana di dunia, bakal amat menyusahkan di akhirat.

d. Jika individu yang dituduh adalah orang kebanyakan yang TIDAK DIKENAL OLEH RAMAI, PASTINYA SUMPAH YANG DITUJUKAN KEPADANYA TIDAK PERLU DILAYAN SAMA SEKALI. Kerana itu semua tidak memberi kesan kepada keputusan hakim di dunia dan Allah. Itulah hokum asal dalam kes seperti ini.

e. NAMUN, hukum asal boleh berubah mengikut zaman dan situasi sehingga menghasilkan hukum pengecualian tertentu. Sebagaimana Rasulullah pernah membatalkan hasratnya untuk mengubah bentuk Ka''bah kepada asas yang didirikan oleh Nabi Ismail a.s disebabkan desakan keadaan masyarakat, iaitu kejahilan mereka, masih barunya dengan Islam dan belum bersedia untuk Ka’abah diperlakukan sedemikian. Rasulullah bersabda kepada Aisyah:
لو لا أن قومك حديثو عهد بشرك لبنيت الكعبة على قواعد إبراهيم
Ertinya : Sekiranya tidaklah kaummu itu baru-baru sahaja (keluar) dari zaman syirik (menyembah berhala) nescaya sudah tentu akan ku bina semula Kaabah di atas binaan asal nabi Ibrahim ( Al-Bukhari & Muslim)

JUSTERU, MENURUT PANDANGAN PERIBADI SAYA, disebabkan DSAI adalah seorang pimpinan politik tanahair yang besar, menggalas beban tanggungjawab gerakan perjuangan politik yang besar, dicampur dek kejahilan majoriti umat Islam dalam persekitaran Malaysia serta momokan media yang sentiasa memburukan lagi suasana, saya cenderung kepada DSAI PERLU BERSUMPAH BIASA SAHAJA dengan NAMA ALLAH MENAFIKAN BELIAU ADALAH INDIVIDU DI DALAM VIDEO SEKS YANG DIDAKWA, itu penting untuk menangkis sangka buruk masyarakat yang kurang kefahaman serta kurang pula ilmu, bukan hanya terbeban ke atas dirinya selaku individu tertuduh, malah menjadi beban terhadap kepada seluruh ahli gerakan pakatan rakyat yang bersamanya serta masyarakat Malaysia lain yang melihatnya sebagai ketua pembangkang. yang terlibat dalam membentuk  minda dan masa hadapan masyarakat Malaysia. Sebagaimana pertimbangan dalam bab Maqasid Shariah menyatakan :-

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
Ertinya : Menolak keburukan didahulukan dari tindakan mensasarkan membawa kebaikan

Justeru, pada hemat saya, jika DSAI bersumpah dengan nama Allah, paling kurang ia mampu menyelamatkan keburukan yang lebih besar dalam masyarakat seperti bertambahnya individu yang di hukum qazaf di sisi hukum Islam, semakin melemahkan keyakinan terhadap gerakan Pakatan Rakyat di samping mampu meleraikan syak wasangka rakyat ‘atas pagar’.

Walau apa jua keputusan mahkamah, itu adalah suatu isu terasing dan boleh dihujjah atas lain-lain platform dan politik. Namun untuk membiarkan sumpah dengan nama Allah iu dibiar beredar di dalam masyarakat tanpa sebarang respon, bagi saya mudaratnya lebih besar, tanpa menafikan melayaninya dengan melakukan sumpah juga ada mudaratnya.

KESIMPULAN

Saya sedar, ahli politik yang melingkungi DSAI pastinya mempunyai pandangan pelbagai, memikirkan strategi, maruah yang mungkin dirasakan jatuh kerana seolah telah berjaya dipaksa untuk turut bersumpah dan sebagainya. Namun tulisan saya ini, benar-benar dari rasa hati sebagai seorang yang neutral, ahli akademik yang melihat perkembangan isu-isu semasa.

1. Saya berasa amat senang sekali selaku rakyat Malaysia jika DSAI boleh menyahut cabaran sumpah biasa tadi, tiada sebarang malu ditanggung walau terpaksa melakukan itu.

2. Perkara kedua, kita tidak mahu umat Islam mengambil cara bersumpah ini apabila sahaja ingin mendakwa sesuatu, kerana ia bukanlah cara yang betul dalam masyarakat Islam yang sepatutnya bediri di atas sifat kekuatan amanah dan jatidiri, tiada memerlukan kepada sumpah untuk menagih kepercayaan dan keyakinan.
Bahkan, kita bimbang teknik ini bakal digunakan oleh ramai penipu di luar sana untuk bersumpah bagi mendapatkan perhatian dan mencuri hak orang lain serta mengaibkan. Dari tiga jenis sumpah di dalam Fiqh Islam, sumpah dari penipu dan pencuri ini dinamakan ‘al-Yamin al-Ghamus’. Ditanya kepada Nabi apakah ‘Al-Yamin Al-Ghamus’ itu, baginda menjawab :

وما اليمين الغموس ؟ قال : الذي يقتطع مال امرئٍ مسلم هو فيها كاذب
Ertinya : Orang yang mengambil harta (hak, termasuk maruah dengan mengaibkan melalui qazaf) orang Islam lain (melalui sumpah) sedangkan dia adalah pembohong ( Riwayat Al-Bukhari)

Imam Az-Zahabi, Ibn Hajar Al-Asqalani  menghuraikan sumpah dari pendusta (yamin ghamus) ini merupakan salah satu dari dosa besar. Ghamus ertinya tenggelam dan Imam An-Nawawi menyatakan dalam 'Tahzib Al-Asma wa al-Lughaat', sumpah tersebut dinamakan ghamus kerana penyumpah tenggelam dalam dosa dan bakal ditenggelamkan di dalam neraka Allah di akhirat kelak. Di dalam Al-Quran, pendusta bersumpah dan menagih habuan dunia ini disebutkan sebagai:

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلاً أُوْلَـئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ وَلاَ يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Ertinya : Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih (Al-Imran : 77)

Justeru, penyumpah dusta ini perlu segera bertaubat dan jika ia telah mengambil hak orang lain melalui sumpahnya, WAJIBlah atasnya untuk memulangkannya.

3. Bagi orang ramai, semua perlu memahami bahawa isu maruah dan tuduhan sebegini WAJIB hanya dibicarakan di dalam Mahkamah Islam dan bukan di khalayak. Apabila, di sebabkan rosaknya system nilai dalam masyarakat, lalu ini dibicarakan terbuka di media dan kahalayak awam, semua individu mestilah memahami semua HAKIM TIDAK BOLEH menghakimi sesuatu isu secara emosi, takut itu dan ini, sakit, sedih, dukcaita, ngantuk, lapar, dahaga dan semua asbab luaran yang menganggu penilaian seorang hakim yang berkelayakan. Nabi memberi amaran :

لا يقضين حكم بين اثنين وهو غضبان
Ertinya : Tidak boleh se0rang hakim memberi keputusan terhadap dua orang ( yang dibicarakan) sedang dia dalam keadaan marah ( terhadap salah seorang atau sebab lain). ( Riwayat Al-Bukhari)

Para ulama sepakat menyatakan hadis di atas bukan hanya TERHAD kepada ‘marah’ tapi merangkumi semua emosi-emosi luaran yang menganggu seperti disebut di atas. (Al-Mabsut, Al-Sarakahsi, 16/78 ; Al-Minhaj wa nihayatul Muhtaj, 8/94 )

Kini malangnya, isu ini seolah dibicarakan di pentas awam, dipenuhi oleh manusia yang tiada kelayakan asas sebagai hakim, sering pula terpukau dengan emosi dan kepentingan masing-masing. Ia amat tidak adil kepada kedua-dua pihak. Justeru, nasihat ikhlas saya, wahai umat Islam jauhilah menentukan pendirian dan meletakkan keyakinan dalam isu berat sebegini, kerana anda tidak punyai basis yang diharuskan Islam untuk berbuat demikian.

READ MORE –

Monday, April 25, 2011

Muktamar PAS Kawasan Kota Belud Gemilang


Berakhirlah sudah Muktamar PAS Kawasan Kota Belud yang berlangsung di Pusat Pengajian Tahfiz Al-Quran Bestari Kota Belud pada tengah hari tadi. Alhamdulillah Allah permudahkan segala-galanya. Muktamar telah di rasmikan oleh Ketua Pemuda PAS Negeri iaitu Saudara Lahirul Latigu. Semasa ucapan perasmian, beliau banyak mengingatkan kami tentang pentingnya persediaan untuk menghadapai Pilihan Raya ke-13 yang bakal menjelang pada bila-bila masa. 
 "Kamu jangan beranggapan bahawa usia PAS di Sabah ini masih lagi baru",  "Ala, PAS belum sesuai lagi memerintah di Sabah. Pas masih lagi baru. Belum boleh diterima lagi dasar perjuangannya," "Ingat! PAS di Sabah telah menapak selama 25 tahun lamanya. Kalau dibandingkan usia tersebut dengan manusia, pada usia 25 tahun adalah usia yang matang dan dah boleh kahwin..."
Ketua Pemuda PAS Negeri Sabah

YDP serta diiringi TPJ menyerahkan cenderahati kepada perasmi



Analogi yang diberikan oleh Ketua Pemuda sebentar tadi, yang mana kita perlu sedar bahawasannya PAS di Sabah sebenarnya telah lama menapak. Bukannya setahun, dua tahun tetapi suda berpuluh tahun. Berpijaklah dibumi yang nyata wahai ahli harakah Islamiyah. Usah takut dengan bayang-bayang sendiri. Siapa kata PAS tidak boleh menang di Sabah? Insyallah sedikit masa lagi, PASTI dan PASTI Allah taala akan memberikan kemenangan kepada kita. Allahu Akhbar!


Selari dengan tema muktamar kali ini iaitu "Teguhkan Jamaah, Perkasakan Pakatan", muktamar yang penuh gemilang diserikan lagi dengan kehadiran wakil daripada DAP yang sanggup bertahan dari mula perasmian sehinggalah berakhirnya muktamar pada hari ini.
"...saya berasa kagum dengan semangat ahli PAS. Tidak mustahil kita sebagai pakatan akan memerintah negeri Sabah nanti.." Ucapan penangguhan daripada wakil DAP.
 
Ustaz Farhan memberikan sumbangan 1 set komputer kepada pejabat PAS Kawasan
 Pelbagai kenangan manis yang kami lalui semasa membuat persiapan muktamar. Pengalaman yang sudah tentu tidak akan dirasai oleh mereka-mereka yang tidak menggabungkan diri dalam harakah Islamiyah. Suatu pengalaman yang akan mengeratkan lagi ukhuwah antara kami. Sebuah ukhuwah yang sungguh bernilai dan ana berdoa moga ia kekal hingga ke Jannah. Insayallah. Terima kasih ana ana ucapkan kepada Ustaz Farhan Al-Hafiz kerana sudi membawa kami makan di restoran pada malam selamam. Sedar tidak sedar,segala persiapan berakhir pada 12.30 malam.

Yang DiPertua PAS Kawasan KB
Tahniah dan takziah ana ucapkan kepada Saff pimpinan PAS Kawasan 2011/2013 yang telah dilantik sebentar tadi. Ucapan Tahniah dan takziah sekali lagi, terutamanya kepada Ustaz Mustaqim bin Aling kerana masih kekal dengan jawatan beliau sebagai Yang DiPertua PAS Kawasan Kota Belud bagi sesi ini. Ana berharap agar saff pimpinan bagi sesi ini akan membawa lebih banyak lagi perubahan dan pembaharuaan kepada organisasi dan lebih mantapkan gerak kerja kawasan. Tunaikanlah amanah dengan sebaik-baiknya kerana ia pasti akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Allahuakhbar, Allahuakhbar, Allahuakhbar!
READ MORE –

Saturday, April 23, 2011

Mahu Bercinta Tetapi Malu

Indahnya tika bercinta, nikmat terasa, bahagia segalanya. Jauhkanlah semua itu, janji yang diikat yang tidak menjanjikan apa-apa. Hanyalah janji-janji kosong semata-mata. Baru setahun jagung duduk didalam dakwah Islamiyah, ana sering di ajukan persoalan-persoalan berkaitan hati dan perasaan. Inilah peranan naqib dan naqibah yang mana sentiasa mempersiapkan diri dengan ilmu berkaitan Cinta. Kenapa tidak? Inilah persoalan yang sering diajukan kepada kita. Tidak kira, mad'u tersebut baru diperingkat taarif mahupun diperingkat yang paling tertinggi iaitu peringkat thanfiz. penyakit hati”?


Bila hati dan perasaan sudah bermain dengan perkara tersebut, maka tak mustahil setiap perkara yang mendatang pun akan memikirkan perkara yang sama, cinta? Perkataan yang senang sahaja disebut dan dipandang indah oleh orang yang betul-betul memahaminya sahaja.

Jangan sesekali bermain dengan perkara yang tidak pasti, apa yang ingin dijanjikan oleh sahabat-sahabat kita yang sedang bercouple di luar sana? Mereka berjanji untuk berkahwin apabila masanya sudah tiba? Itu semua persoalan yang perlu di jawab oleh semua orang, tak kisah la siapa pun, yang baru ingin mengenali istilah couple atau pun yang baru sahaja ingin mencuba. Satu kenyataan bahawa “ tak patut ada istilah cinta sebelum kahwin”, nama pun sudah disebut dengan penyakit hati, maka buanglah penyakit itu jauh-jauh. Jika hubungan yang dijalinkan itu berjaya hingga ke pelamin pun, tapi itu semua tidak seelok yang kita mahukan dan tak seindah yang kita semua mahukan. Zaman bercouple yang tidak syara’ tersebut diakhiri dengan perkahwinan? Perjalanan ke pelamin pun sudah tidak syara’ masakan akan wujud keluarga yang sakinah.

Zaman bercouple yang sudah di isi dengan pelbagai maksiat yang sedar tak sedar dilakukan. Segala kenangan manis ketika bercouple hanya berteraskan emosi dan nafsu semata-mata. Tidak ! “ kami tak buat apa-apa pun hanya sekadar mesej”, mesej saja-saja, main-main. Tapi mesej itulah yang akan memulakan segalanya. Walaupun tidak bersemuka ketika mesej, tetapi link hati tetap ada. Maka, di situ pun hati sudah dikotori, dikotori dengan gurau senda yang mengotorkan hati dan mungkin modal sebagai perkara yang perlu dikesalkan apabila dikecewakan kelak.


Jadi, macam mana hendak bercinta? Kalau tidak bercinta macam mana nak kahwin?

Adakah masa bercouple di gunakan sepenuhnya iman dan akal dan mengenal hati budi? Atau bercouple suka-suka saja. Tanpa memikirkan kesan yang akan datang. Akibat salah pilih semasa bercouple kerana hanya ingatkan seronok bercouple sahaja, suami atau isteri yang disangka boleh memberi bahagia, rupa-rupanya menempah derita !


Kita perlu ingat bahawa cinta bukanlah tujuan semata-mata, cinta hanyalah jalan. Bukan hanya ada satu jalan untuk mencapai tujuan, tetapi ada banyak jalan. Hakikat ini bukan menafikan keperluan cinta untuk membina kebahagiaan, tetapi cinta itu bukan yang pertama dan bukan paling utama untuk mencapai kebahagiaan.

Apabila segala suruhannya dipatuhi, apabila islam di letak di hadapan, segalanya akan terjamin. Peganglah seutuhnya prinsip-prinsip Islam, maka akan terjaminlah segala cinta yang dicari dan akan tumbuh segar tak pernah akan layu. Subur indah dan berbunga walaupun tali perkahwinan yang diikat tidak dimulai dengan cinta sebelum kahwin. Dan syariat Allah dijadikan sebagai rujukan utama walaupun ikatan di dalam pergolakan.


Yang pasti! Dan yang perlu di ingat ! kerana hati-hati yang mengingati Yang Satu akan mudah bersatu !
Tidak mengapa dan tidak akan dikesali apabila ikatan yang mahu diwujudkan di mulai dengan perkenalan dan terus berkahwin disusuli pula dengan percintaan. Tidakkah manis jika begini, semuanya tidak ada kemusykilan lagi. Kasih akan berpadu dengan sendirinya.

Seperti Siti Khadijah yang terlebih dahulu mengenali kebaikan Rasulullah s.a.w, kemudian berkahwin dan barulah bercinta. Contoh terbaik kita, Rasulullah pun berbuat sedemikian. Siti Khadijah mengenali kebaikan akhlak Rasulullah melaui orang kepercayaannya Maisarah, terus sahaja meminang Rasulullah. Tanpa merasa keraguaan kerana islam sudah nampak jelas di hadapan.

Untuk mengenali orang yang baik, jadi perlulah melalui orang yang baik juga. Hanya orang yang baik yang mengenal orang baik yang lain. Jangan sesekali mengimpikan pasangan hidup yang baik jika diri dan orang di sekeliling kita masih lagi tidak terarah. Inginkan suasana indah tetapi, tetapi hati masih tidak tergerak langsung untuk menggapainya, impian yang dibekukan tidak akan mudah untuk terjadi dengan sendirinya.

Usahlah diimpikan pasangan hidup yang indah tanpa meyedari diri sendiri terlebih dahulu. Persiapkanlah diri dengan perkara-perkara yang sepatutunya. Sempurnakanlah segala yang masih tidak terlaksana, kerana niat ingin menempuh alam perkahwinan bukanlah perkara main-main. Jangan sesekali memandang remeh setiap perbuatan kita, kelak akan menyesal tidak sudah.


Oleh sebab itu, semasa memilih pasangan hidup mestilah berdasarkan panduan yang diberikan oleh Rasulullah, melalui sabdanya yang bermaksud :

“Dikahwini wanita itu atas empat faktor, harta keturunan, rupa dan agama. Maka kahwinilah atas dasar agama nescaya kamu akan mendapat kebajikan.”

Sungguh indah apabila cinta bertasbih (memuji Allah). Bermaksud bila cinta tunduk kepada kehendak Allah. Tetapi masyarakat kita sekarang terbalik, amalan masyarakat sekarang pula sebaliknya apabila manusia bertasbihkan cinta-lalu kehendak Allah tunduk kepada cinta! Memperhambakan diri pula kepada cinta !, tidak pula ingat bahawa kita semua hamba kepada Allah, itulah yang sebenar-benarnya.


Malu itu ibarat permata!


Apabila sudah banyak meluangkan masa bersama kekasih, diluahkan segalanya, isi hati dan perasaan. Menjadi tempat ditumpahkan segala masalah. Diminta untuk dijaga hatinya, tetapi diluahkan kepada insan yang masih tidak halal baginya. Inilah masalah orang islam sekarang, apabila hatinya resah, diadukan kepada insan yang ternyata lemah tidak pula kepada Allah.

Apabila segala kenangan manis sudah dicipta ketika bercouple, jadi apa lagi yang akan manis ketika berkahwin? Hanya penyudah perhubungan sahaja sebelum ajal datang? Atau pelengkap hidup sahaja dalam kebiasaan hidup manusia? Kadang hati tertanya-tanya juga, kenapa cinta sebelum kahwin tidak seindah dulu, ramai pula jika dilihat orang di luar sana bercerai. Dulu berpisah ketika bercouple terasa rindu, bagaikan tidak boleh hidup. Tetapi setelah berumah tangga semua itu bagaikan perkara yang tak perlu ada dalam isi hati di dalam berumah tangga. Segalanya layu kerana sudah banyak dirasai ketika zaman muda-muda bercinta dahulu. Semuanya sudah suam, tidak sehangat dulu. 

Malu???

Jika kita semua dapat mengekalkan perasaan malu, semestinya perkara-perkara yang memalukan tidak akan pernah berlaku. Bercouple dan lain-lain perkara lain tidak akan pernah berlaku. Tidak akan ada langsung orang yang melakukan dosa kerana malu kepada Allah. Tetapi perasaan malu itu jauh tertanam, langsung tidak digunakan. Banyak hikmahnya, itulah fitrah manusia yang dikurniakan mempunyai perasaan malu. Tetapi digunakan pula perasaan malu tersebut tidak bertempat. Malulah tidak pernah bercouple, malulah tidak pernah menghisap rokok. Semuanya kerana tidak sanggup menahan perasaan malu di hadapan makhluk, tapi sanggup menahan rasa malu dengan Allah. Minta dijauhkanlah dari kita sifat-sifat buruk tersebut.


Boleh diibaratkan seperti permata.

Apabila dilihat cantik dipandang dan menyejukkan hati dengan keindahan akhlaknya, apabila sudah diikatkan dengan ikatan yang halal. Maka makin manjadi keharuman akhlaknya itu, dan akan menjadi lebih cantik lagi selepas itu. Sesungguhnya, malu itu satu perhiasan dalaman sama seperti permata yang dijadikan tatapan mata pada zahirnya. Malu seorang isteri akan disimpan rapi olehnya, hanya akan ditunjukkan kepada insan yang halal baginya sahaja. Disimpan di dalam bekas yang cantik atas bayangan seorang isteri yang solehah. Hanya sekali-sekala dibuka malunya untuk insan yang tertentu sahaja, dan bukannya untuk tatapan umum. Jika malunya selalu didedahkan, nescaya akan tercemar. Itu hanyalah kaca, yang akan pecah bila-bila masa sahaja, dan tidak akan terjamin keselamatannya.

Pecahnya kaca itu maka jatuhlah maruahnya, serpihan kaca akan mencalarkan sesiapa sahaja yang berdekatan. Jadi beringatlah kita semua, jangan dicari kegelapan, carilah cahaya. Cahaya walaupun sebesar lubang jarum, walaupun kecil tetapi tetap mampu menyinari kegelapan. Samalah seperi titik hitam di atas kertas putih, yang dilihat hanya titk hitam. Tetapi jika di dalam kegelapan carilah cahaya iaitu nur, cahaya Islam itu sendiri.


Permata tidak akan disentuh oleh tangan-tangan yang kotor.

Isteri yang menjaga maruah dan nama suaminya bagaikan permata, malunya merupakan perhiasan terbesarnya. Jika muslimen yang mahukan permata yang indah, maka perlulah memperindahkan diri sendiri juga. jangan sesekali menyentuh permata yang cantik dengan tangan-tangan yang kotor. Yang indah juga perlu disepadankan dengan yang indah. Yang harum juga bersama yang harum supaya segalanya saling melengkapi. Binalah sikap malu apabila sudah tersedar, jika tersentak maka bersegeralah agar semangat untuk berubah, sanggup diubah dan mengubah tidak lenyap begitu sahaja. Dan perlu diingat bahawa malu itu berkaitan dengan iman. Jika tebal imannya maka teballah juga perasaan malunya. Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud;

“Apabila kau hilang malu lakukanlah segalanya.” (Riwayat Abu Daud)

Apabial rasa malu sudah tiada, murahlah segalanya, halal dan haram tidak akan diendahkan lagi. Semuanya dilanggar tanpa segan-silu. Bagaikan haiwan, yang tidak ada perasaan malu. Menyusurilah semula jalan imanmu untuk mencari malumu.
READ MORE –

Thursday, April 21, 2011

Erti Sebuah Keberkatan, Kem Kepemimpinan SMATS

"Pemimpin Proaktif Pemangkin Kebitaraan", begitulah tema yang di bawa dalam Kem Kepemimpinan Sekolah Menengah Agama Tun Said Kota Belud baru-baru ini.  Perkataan BITARA yang membawa maksud B (Bijaksana), I (Islah/Ilmiah), T (Taqwa), A (Amanah), R (Rajulul A'Amal), A (Atqan) memberikan makna yang harus difahami dan dicerna dalam minda setiap peserta kem. Terima kasih ana ucapkan kepada guru-guru SMATS kerana telah menjemput kami untuk menjadi fasilitator kem kali ini.

Kem Kepemimpinan SMKA Tun Said
 Alhamdulillah banyak yang ana pelajari semasa kem tersebut. Erti sebuah keberkatan dalam sesuatu tempat bukan bergantung kepada seorang individu sahaja atau nama tempat tersebut. Tetapi sebuah keberkatan itu akan muncul apabila semua pihak memainkan peranan untuk memelihara dan menjaganya. Apa yang ana maksudkan disini ialah sekiranya hanya dua atau tiga orang sahaja yang melaksanakan perintah dan menjauhkan larangan Tuhan, apalah erti sekiranya beribu orang lagi yang melakukan kemaksiatan dan ingkar akan perintah Allah. Lebih-lebih lagi di tempat yang sepatutnya penuh dengan keberkataan seperti Sekolah Agama. Itulah yang ana dapat simpulkan didalm kem tersebut.

Pembaca-pembaca yang di redhai Allah Swt,
Kenapa ana mengatakan sedemikian? Apa yang ana perhatikan, wajah peserta seolah-olah menyimpan 1001 rahsia yang tersirat dengan pelbagai masalah. Cahaya kegembiraan dan senyuman hanya dapat dipancarkan ketika slot kami bersama mereka, yang selebihnya? Wallahu'alam.

Ceria terpancar di wajah kump.Umar Al-Khatab
"Hanya tinggal 5 minit lagi untuk fasi membuat kesimpulan," terdengan suara guru mereka membuat pengumuman.

"Ala, kami seronok bersama puan. Kami suka kalau slot bersama puan lagi." keluhan daripada seorang peserta kem di dalam kumpulan ana. Gelaran tuan dan puan adalah gelaran yang harus digunakan oleh peserta kepada fasilitator sepanjang kem.

"Tak pa, lepas ni, kita banyak lagi slot bersama-sama," sebuah lontaran senyuman ana berikan untuk melegakan perasaan mereka.

Hari demi hari bersama mereka, sedikit sebanyak menimbulkan rasa kasihan dan sayang terhadap adik-adik tersebut. Apabila kita bercakap dengan lebih umum lagi, apa yang ana dapat perhatikan, bila mana ada sesetengah pihak yang tidak dapat memberikan contoh dan akhlak yang baik kepada pelajar, tempias hilangnya redha dan keberkataan daripada Allah akan terkena kepada pelajar, malahan kepada sesebuah sekolah tersebut. Sebab itulah kenapa sekolah Agama hanya tinggal nama sebagai sekolah agama, tetapi tidak ada satu pun yang membezakannya dengan sekolah harian biasa. Sebagai contoh, seorang guru meyeru pelajarnya membuat kebaikkan, menjaga aurat,  jangan buat maksiat. Tetapi, guru itu sendiri yang menunjukkan akhlak yang tidak baik, membuka aurat sehinggakan pelajar hilang thiqah terhadap guru tersebut. Bak kata pepatah ibarat ketam mengajar anaknya berjalan lurus.

Sama juga analoginya didalam sesebuah jemaah atau organisasi. Sekiranya hanya dua tiga kerat sahaja yang berusaha bersungguh-sungguh untuk menjaga keberkatan dan ingin memenangkan jemaah, selebihnya hanya buat sambil lewa dan masih leka dengan buaian keseronokan dunia, kesannya akan diperolehi kepada jemaah atau organisasi tersebut. Sebab itulah mengapa kemenangan dan pertolongan Allah itu lambat diterima. Sehinggakan ada yang berputus asa.

Hari-hari terakhir kami di kem tersebut, sempat ana bersama sahabat-sahabat muslimat memberikan amanat dan pesanan terakhir buat peserta muslimat khususnya.


"Saya mewakili rakan-rakan saya, mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak dan abang-abang kerana telah menunjukkan gaya hidup Islam yang sebenar kepada kami. Kami bersyukur kerana dapat bertemu dengan kakak-kakak semua," ucapan seorang peserta ketika itu.

Amanat ringkas buat mereka "Tegakkanlah Islam didalam diri mu, nescaya tertegaklah Islam di tempat kalian satu hari nanti."

Kami sayang kalian semua. Moga ikatan ukhuwah yang terbina walaupun seketika akan terjalin hingga ke jannah ^_^. Insyallah...
READ MORE –